0

Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 7

DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol network yang digunakana untuk konfigurasi device network, sehingga mereka bisa melakukan komunikasi dengan network IP.

DHCP menggunakan arsitektur cliet/server, yaitu :

  • DHCP server

dhcp-server biasanya digunakan untuk menerima permintaan dari dhcp-client, cara kerja nya apabila ada client yang meminta ip, maka dhcp server akan mencari ip lalu menyewakan pada si client. sehingga client bisa terhubung dengan jaringan tsb.

  • DHCP client

dhcp-client biasa nya digunakan untuk melakukan komunikasi terhadap suatu jaringan dengan cara meminta ip pada server dhcp.

Ekplorasi

  • ‘/etc/network/interfaces’ : file konfigurasi untuk setiap interface
  • ‘/etc/dhcp/dhcpd.conf’ : file konfigurasi utama isc-dhcp-server
  • ‘/etc/init.d/isc-dhcp-server’ : script init
  • ‘/usr/share/doc/isc-dhcp-server/examples/dhcpd.conf’ : contoh file konfigurasi isc-dhcp-server

Instalasi

# apt-get install dhcp3-server
# apt-get install isc-dhcp-server

saat ini “dhcp3-server” telah diganti namanya menjadi “isc-dhcp-server”.

Konfigurasi

setelah instalasi selesai maka lanjut dengan konfigurasi dhcp server. diasumsikan

ip dhcp server : 192.168.1.1
ip range : 192.168.1.10 – 192.168.1.100
dns : 205.120.1.123 (apabila ada dns server sendiri, maka taruh ip dns disini atau dns google juga boleh)
domain : cubnetwork.com

setting ip statik pada interface yang akan dijadikan dhcp server. Lakukan setting pada file /etc/network/interfaces

auto eth0
iface eth0 inet static
    address 192.168.1.1
    netmask 255.255.255.0

Lalu setting file dhcpd.conf, berikut konfigurasi nya.

# digunakan juga untuk men-disable dynamic dns
ddns-update-style none;

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
 range 192.168.1.10 192.168.1.100;
 option domain-name "cubnetwork.com";
 option domain-name-servers 205.120.1.123;
 option routers 192.168.1.1;
 option broadcast-address 192.168.1.255;
 default-lease-time 3600;
}

#konfigurasi ip statik untuk beberapa mesin
host computer1 {
 hardware ethernet 00:B0:CF:8B:49:37; #mac addres mesin yang ingin diset statik
 fixed-address 192.168.1.10; #ip statik untuk mesin tsb
}

# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;

penjelasan dari konfigurasi diatas adalah:

  • baris pertama : subnet dan netmask dari jaringan
  • baris kedua : range ip dhcp
  • baris ketiga : nama domain
  • baris keempat : dns yg diberikan untuk client (anda bisa mengaturnya menggunakan dns server ISP anda atau dns google)
  • baris kelima : ip dari router/gateway
  • baris keenam : ip broadcast
  • baris ketujuh : default waktu penyewaan ip

oke, konfigurasi telah selesai. selanjutnya adalah mengecek apakah ada error pada file konfigurasi nya.

# dhpcd -t

untuk start/stop/restart dhcp server menggunakan command berikut :

# service isc-dhcp-server start
# service isc-dhcp-server stop
# service isc-dhcp-server restart

untuk mengecek apakah dhcpd sudah berjalan atau belum dengan mengetikkan command :

# pgrep dhcpd

terakhir untuk troubleshooting masalah dhcp server.

secara default dhcpd akan me-log semua output menggunakan fungsi syslog dengan fasilitas log yg diset LOG_DAEMON.

# tail -f /var/log/syslog
# grep dhpcd /var/log/syslog

atau

# tail /var/log/messages

hazmi

Orangnya santai tapi rajin belajar. Selalu penasaran sama segala hal, apalagi kalau tentang doi :) Founder dari cubnetwork.

Leave a Reply